Tegas, Berani dan Terpercaya

Disperkimtan Barsel Targetkan Bedah Ratusan Unit RTLH di Tahun 2026


M. Taupik Kepala Disperkimtan Kabupaten Barsel

Publikkaltengnews.com, Buntok - Dalam rangka memujudkan hunian bermartabat, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah menargetkan bedah ratusan unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di tahun 2026.

"Tahun ini kita alokasikan 110 unit RTLH untuk dibangun," ucap M. Taupik Kepala Disperkimtan Barsel kepada wartawan saat diwawancarai di kantornya, Rabu (11/2/2026).

Ia menyampaikan, bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) merupakan program dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKR) tersebut bertujuan untuk memperbaiki kualitas rumah menjadi sehat dan aman, sehingga layak ditempati. 

"Program ini masih dalam tahap persiapan, kami identifikasi dulu calon penerima. Setelah data lengkap dan memenuhi persyaratan, baru kami usulkan untuk diterbitkan Surat Keputusan (SK) penerima bantuan, kemudian ditindaklanjuti,” ujarnya. 

Ia menerangkan, bantuan tersebut diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang memiliki rumah tidak layak huni, dan bangunan yang ditempati harus milik sendiri dan dibuktikan dengan legalitas resmi, seperti Sertifikat Hak Milik (SHM) atau dokumen kepemilikan sah lainnya.

Selain bantuan bedah rumah, lanjutnya, Disperkimtan Barsel juga mengalokasikan bantuan untuk rumah warga yang roboh akibat dari bencana alam, seperti tanah longsor maupun abrasi. 

"Untuk bantuan bedah rumah, kita alokasikan dana sebesar Rp20 juta/penerima bantuan, sedangkan untuk bantuan bencana sebesar Rp50 juta/penerima bantuan," terang mantan Sekretaris Dinas PUPR Barsel itu. 

Ia mengatakan, hunian yang tidak memenuhi standar kesehatan tersebut berdampak nyata pada tumbuh kembang keluarga., kelembapan udara dan debu pada RTLH memicu gangguan pernapasan (ISPA), sementara sanitasi yang minim berisiko tinggi menyebabkan penyakit pencernaan serta berkontribusi besar terhadap angka stunting pada anak.

"Melalui program ini, kita terus memperkuat komitmen dalam menyediakan hunian yang aman dan sehat bagi masyarakat, dan diharapkan tidak ada lagi warga yang tinggal di rumah “asal ada atapnya”, melainkan memiliki hunian yang nyaman, serta mampu meningkatkan martabat serta kualitas hidup keluarga di Kabupaten Barsel ini," kata M. Taupik. (Red/AL) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak